fbpx
DC Blora
0877 3919 7638

Asam Lambung: Si Pembunuh Senyap

asam lambung

Asam lambung merupakan salah satu zat yang berperan penting dalam proses pencernaan. Namun jika kadarnya berlebihan atau terlalu sedikit, asam lambung bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Gangguan pencernaan, seperti nyeri perut, diare, dan kembung, merupakan beberapa masalah kesehatan yang dapat timbul akibat tidak normalnya kadar asam lambung. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan, kondisi tersebut dapat menimbulkan penyakit serius yang berpotensi mengancam nyawa.

Gejala Penyakit Asam Lambung

Gejala utama dari asam lambung naik adalah rasa seperti terbakar di dada (heartburn), yang bertambah parah setelah makan atau saat berbaring. Gejala ini dapat disertai dengan keluhan gangguan pencernaan lainnya, seperti sering bersendawa, serta mual dan muntah.

Penyebab Penyakit Asam Lambung

Asam lambung naik ke kerongkongan (refluks asam lambung) terjadi ketika otot kerongkongan bagian bawah (otot LES) melemah. Otot LES ini seharusnya berkontraksi dan menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan turun ke lambung. Bila otot ini lemah, kerongkongan akan tetap terbuka dan asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan.

Bahaya Asam Lambung jika Terlalu Sedikit

Ketika tubuh tidak memproduksi cukup asam lambung, atau dalam istilah medis disebut hipokloridia, gejala yang akan muncul adalah:

  • Perut kembung
  • Sering bersendawa
  • Diare
  • Nyeri perut atau nyeri ulu hati
  • Mual dan muntah
  • Tubuh terasa lemas
  • Sering buang angin

Selain itu, kurangnya asam lambung dalam jangka panjang juga dapat menimbulkan masalah gizi, seperti kekurangan vitamin, mineral, atau protein tertentu. Hal ini karena kurangnya asam lambung menyebabkan nutrisi-nutrisi tersebut tidak dapat dicerna dengan baik oleh tubuh.

Bahaya Asam Lambung jika Terlalu Banyak

Sebaliknya jika kadar asam lambung terlalu tinggi, ada beragam gangguan yang dapat terjadi, yaitu:

1. Nyeri ulu hati

Heartburn atau nyeri ulu hati adalah sensasi perih di dada dan perut bagian atas, yang biasanya akan terasa lebih parah ketika berbaring atau membungkuk. Kondisi ini merupakan dampak dari asam lambung yang naik ke kerongkongan, dan bisa menandakan adanya tukak lambung.

Jika keluhan nyeri ulu hati hanya terjadi sesekali, umumnya tidak diperlukan penanganan khusus. Namun jika nyeri ulu hati sering terjadi, terasa berat dan menjalar hingga ke rahang, leher, atau lengan, maka diperlukan penanganan lebih lanjut.

2. GERD atau penyakit asam lambung

Gastroesophageal reflux disease atau GERD merupakan penyakit pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung atau cairan dan isi lambung naik kembali ke kerongkongan, sehingga mengiritasi dinding kerongkongan.

GERD ditandai dengan nyeri ulu hati yang muncul lebih dari dua kali dalam seminggu. Bahaya asam lambung yang satu ini bisa diobati dengan menjalani gaya hidup sehat, menjauhi konsumsi kopi dan alkohol, berhenti merokok. Pada kasus tertentu, GERD perlu ditangani dengan operasi.

3. Gigi rusak

Asam lambung atau cairan lambung yang naik ke kerongkongan dan mulut dapat mengikis email gigi (lapisan terluar gigi). Akibatnya, gigi pun menjadi rusak. Tanpa pemeriksaan gigi rutin, biasanya orang tidak menyadari bahwa giginya rusak sampai kerusakaan yang terjadi sudah parah.

4. Masalah pernapasan

Asam lambung juga bisa memperparah penyakit asma atau pneumonia hingga menyebabkan sesak napas. Hal ini bisa terjadi bila asam lambung yang naik ke kerongkongan secara tidak sengaja masuk ke tenggorokan saat bernapas, dan masuk hingga ke paru-paru.

5. Radang pada kerongkongan

Asam lambung yang naik kembali ke kerongkongan (GERD) bisa menyebabkan iritasi pada dinding-dinding kerongkongan. Iritasi ini kemudian memicu terjadinya peradangan pada kerongkongan.

6. Esofagus Barret

Jika tidak diobati selama bertahun-tahun, asam lambung yang terus naik ke kerongkongan berpotensi menyebabkan esofagus Barret. Bahaya asam lambung yang satu ini merupakan komplikasi serius dari penyakit GERD.

Pada esofagus Barrett, terjadi kerusakan jaringan kerongkongan yang menghubungkan mulut dengan lambung. Penyakit ini tidak memiliki gejala khusus, dan gejala yang muncul biasanya berhubungan atau mirip dengan GERD. Bahaya utama dari esofagus Barrett adalah terjadinya kanker esofagus.

Untuk menjaga agar kadar asam lambung tetap seimbang, biasakan untuk makan dengan jadwal yang teratur. Selain itu, hindari makan terlalu cepat dan langsung berbaring setelah makan, agar asam lambung tidak naik.

No photo description available.

Teh Kelor: Solusi Asam Lambung

Daun kelor mengandung lebih dari 40 jenis anti-inflammatory compound atau zat anti-radang yang membantu mengurangi kembung, gas, dan konstipasi pada perut. Kandungan anti-oksidan yang tinggi pada daun kelor juga membantu memproduksi bakteri baik dan membunuh bakteri jahat pada tubuh, membantu menormalkan kadar asam lambung di dalam perut, sehingga penyerapan nutrisi pada pencernaan menjadi lebih baik.

Selain itu, daun kelor mengandung 92 jenis nutrisi dan 18 asam amino yang berperan penting untuk memperbaiki organ pencernaan tubuh dan membantu proses penyembuhan berbagai macam penyakit seperti penyakit asam lambung.

Dengan rutin mengonsumsi teh daun kelor setiap pagi dan malam hari, organ pencernaan akan bekerja lebih baik dan membantu mengurangi keluhan penyakit asam lambung pada tubuh.

Untuk melihat produk teh kelor kami, klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *